kedungprahu.desa.id – Mahasiswa PPM KKN Institut Agama Islam (IAI) Ngawi Kelompok 04 Desa Kedungprahu kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan melalui kegiatan sosialisasi Bank Sampah Organik dan Anorganik serta pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan yang mengusung tema “Green Village: Sosialisasi Pemanfaatan TOGA, Bank Sampah, dan Eco Enzyme Menuju Desa Sehat dan Berkelanjutan” ini dilaksanakan di Balai Desa Kedungprahu dan dihadiri oleh Pemerintah Desa, kader PKK, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai dusun.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga. Warga diajak untuk memilah sampah menjadi organik dan anorganik. Khusus sampah anorganik berupa botol plastik, masyarakat diarahkan untuk mengumpulkannya di masing-masing rumah. Selanjutnya, setiap RT maupun dusun akan mengoordinasikan pengumpulan sampah tersebut agar dapat diambil oleh pengepul secara rutin setiap satu bulan sekali. Melalui sistem ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, tetapi memiliki nilai ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kebersihan lingkungan desa.
Selain itu, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menanam dan memanfaatkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai upaya meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan. Berbagai jenis tanaman obat beserta manfaatnya diperkenalkan kepada peserta, disertai demonstrasi resep sederhana dalam mengolah tanaman herbal menjadi ramuan yang bermanfaat bagi kesehatan. Sebagai bentuk implementasi, warga juga memperoleh contoh obat herbal hasil olahan TOGA sehingga dapat mengetahui secara langsung manfaat tanaman obat yang mudah dibudidayakan di pekarangan rumah.
Kepala Desa Kedungprahu, Bapak Sunarto, dalam sambutannya mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh mahasiswa PPM KKN IAI Ngawi. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya memberikan pengetahuan kepada masyarakat, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar rumah.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN IAI Ngawi ini. Edukasi mengenai bank sampah dan TOGA sangat bermanfaat bagi masyarakat. Harapan kami, setelah sosialisasi ini warga tidak hanya memahami teorinya, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika pengelolaan sampah berjalan dengan baik dan pemanfaatan TOGA terus dikembangkan, saya yakin Desa Kedungprahu akan menjadi desa yang lebih bersih, sehat, dan mandiri,” ujar Bapak Sunarto.
Koordinator Desa PPM KKN IAI Ngawi Kelompok 04 menyampaikan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa berharap sistem pengumpulan botol plastik secara berkala dapat terus berjalan, sementara pemanfaatan TOGA menjadi budaya baru di setiap rumah tangga sebagai bentuk ketahanan kesehatan keluarga.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PPM KKN IAI Ngawi tidak hanya menyampaikan materi sosialisasi, tetapi juga berupaya menumbuhkan perubahan pola pikir masyarakat bahwa pengelolaan sampah dan pemanfaatan tanaman obat merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan, lingkungan, dan perekonomian desa. Dengan kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan mahasiswa, Desa Kedungprahu diharapkan mampu menjadi contoh desa yang bersih, sehat, serta berkelanjutan.
