KEDUNGPRAHU.DESA.ID - Upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini terus dilakukan oleh mahasiswa KKN-PPM Kelompok 04 Institut Agama Islam (IAI) Ngawi di Desa Kedungprahu, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi. Melalui kegiatan pelatihan daur ulang, anak-anak diajak mengubah botol plastik bekas menjadi gantungan kunci yang menarik dan bernilai guna. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (02/08/2026) bertempat di Masjid Al Muttaqin Desa Kedungprahu.
Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi bahwa sampah plastik tidak selalu menjadi limbah yang harus dibuang, tetapi dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk kreatif yang memiliki nilai guna bahkan berpotensi memiliki nilai ekonomi. Dengan penuh semangat, anak-anak mengikuti setiap tahapan pembuatan gantungan kunci, mulai dari memotong, membentuk, hingga menghias hasil karya mereka.
Koordinator Desa KKN-PPM 04, Imam Ali Mushthofa, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari edukasi lingkungan yang dikemas secara menyenangkan agar mudah dipahami oleh anak-anak.
“Kami ingin menanamkan kebiasaan mencintai lingkungan sejak dini. Melalui kegiatan sederhana seperti ini, anak-anak belajar bahwa barang bekas masih bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai. Harapannya, mereka dapat menjadi generasi yang lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan terbiasa menerapkan prinsip daur ulang dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Anak-anak Desa Kedungprahu tampak antusias selama kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya memperoleh pengalaman baru dalam membuat kerajinan tangan, tetapi juga memahami pentingnya mengurangi sampah plastik melalui kreativitas dan kebiasaan mendaur ulang.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen mahasiswa KKN-PPM IAI Ngawi dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan berkelanjutan melalui pendekatan edukatif. Dengan melibatkan anak-anak secara langsung, diharapkan kesadaran untuk menjaga lingkungan dapat tumbuh sejak dini dan menjadi kebiasaan yang terus dibawa hingga dewasa.
